Pengalaman ini dimulai dari sekitar 6 bulan yang lalu sekitar akhir taun 2010. Ada sebuah kompetisi yang menarik perhatian gw yaitu SMU Apex Global IT Case Challenge (singkatnya gw sebut APEX), sebuah lomba business-IT case challenge. Lomba ini adalah tentang penyelesaian suatu kasus bisnis, bagaimana IT bisa membantu, seperti apa efeknya bagi perusahaan & apa untungnya. Ini adalah tentang bisnis apalagi yang harus dipertimbangkan selain tentang uang: cost & profit. Singkat cerita, ini lomba bukan lomba biasa bagi gw yang notabene mahasiswa dengan latar belakang Computer Science.

Biasanya lomba-lomba yang pernah gw ikutin adalah lomba berbau application development (Software Design) atau Network Security. Being a hacker was my high-school dream. Programming contest? hmm… pernah ikut 1 kali, itupun internal kampus tercinta Fasilkom UI, dan abis itu ga mau lagi karena soalnya (sangat) sulit dan hati gw juga ga ada hati ke situ . haha!

Yes! I’m Computer Science student. Jurusan ini mengajarkan tentang komputer yang sangat scientific dan bukan bisnis. Sayangnya (baca: untungnya) gw adalah pembelot. Gw sempat ambil beberapa kuliah yang berhubungan dengan binis, manajemen dan yang berbau IS. Seperti: Manajemen Proyek, Administrasi Bisnis, ERP, CRM. Boleh dibilang, gw sangat menikmati kuliah-kuliah semacam ini. Sangat dekat dengan kita dan menarik untuk dibayangkan & di-logika-kan.

Ok, balik lagi ke lomba APEX. Dulu itu (2010), gw tau info tentang adanya APEX ini dari Scele Fasilkom UI, sebuah portal e-learning yang ada di kampus. Waktu itu gw cukup telat taunya, pendaftaran buat APEX sendiri udah dimulai dari sekitar awal Desember. Awalnya gw ngga ngeh dengan lomba ini, berhubung bukan lomba yang biasa gw ikutin dan lomba ini pun belum begitu populer. Belakangan, gw cari tau dan liat website-nya, ternyata lombanya cukup menarik. Akhirnya di sekitar pertengahan Desember, gw beranikan diri untuk ngasih tau ketertarikan gw untuk ikut lomba ini ke fakultas lewat perantara dosen mahalum yang biasanya  in-charge soal urusan lomba. Sayang sekali, kayanya Tuhan belum kasih kesempatan untuk ikut lomba ini. Sehubungan pendaftaran akan ditutup dalam waktu dekat jadi tidak dimungkinkan untuk diadakan seleksi tim oleh pihak fakultas. Pada akhirnya, hanya 1 tim yang dikirim oleh Fasilkom UI ke APEX. Tim ini lolos seleksi dari fakultas pada tahun sebelumnya (2009), akan tetapi gagal berangkat karena masalah pendaftaran yang mepet-mepet, sehingga masuk ke waiting list. Terjadi sedikit perubahan formasi dari tim 2010, inilah tim APEX UI 2011 Ekky Gompa Simanjuntak (Accounting), Felicia Halim (CS) & Larastri Kumaralita (IS). Handal dalam core competence di bidang masing-masing, tim ini adalah tim dengan komposisi yang komplit. Ya sudahlah, apa boleh buat, gw hanya bisa memberikan dukungan dan mendoakan mereka supaya sukses di APEX.

So? is it the end? no, not yet actually. Tuhan berikan jalan lain, tidak hanya satu tapi dua kesempatan. Setelah lomba APEX ini, sekitar masih di pertengahan Desember 2010, ada lomba lain yang domainnya mirip tapi berbeda bentuk kompetisi. Yang mengadakan adalah Accenture, salah satu perusahaan konsultan terkemuka di dunia. Judulnya: Accenture Do You Know University Student Competition (link taken: 01.02 am, 17 Mei 2011). Di kesempatan ini, gw ga banyak pikir-pikir lagi, begitu liat ruang lingkup lombanya, langsung daftar, terus ngajak teman biar ga sendirian.

Seperti biasa, di lomba ini juga ada case study yang harus kita pecahkan masalahnya. Silahkan lihat kasusnya di sini atau bisa juga liat ini. Kompetisi ini adalah kompetisi individu dimana setiap orang diharapkan membuat tulisan mengenai pemikiran mereka tentang kasus yang terjadi. Ada 3 kasus yang harus diselesaikan dalam waktu sekitar 1,5 bulan, masing-masing kasus diberikan selang waktu sekitar 1 minggu untuk menulis solusinya.

Kompetisi pun dimulai! Gw membaca soal pertama yang diunggah pada tanggal 15 Desember 2010. Di soal tersebut diberikan sebuah model framework yang digunakan Accenture untuk menyelesaikan case study tersebut. Gw mencoba memahami soalnya dan kemudian mencoba mengerti frameworknya. Apa daya, berhubung ga ngerti dengan frameworknya dan ga terbiasa juga menggunakannya, akhirnya soal yang pertama gw jawab secara singkat & intuitif menggunakan logika & naluri gw tanpa mengindahkan framework tersebut. Ya sudahlah yang penting jawab dulu dan logikanya masuk. Akhirnya, nilai pun keluar. Gw ga berharap banyak sih, tapi ternyata tidak sebaik yang gw kira. Okelah, soal pertama coba dijadikan pelajaran. Lanjut soal kedua, ga beda jauh dengan soal pertama, di soal kedua gw mencoba untuk mencari sumber lain sebagai bahan bacaan dan referensi. Tapi, tetap aja soalnya gw jawab dengan singkat dan menggunakan logika dan naluri gw sebagai orang CS. Hasilnya? hasilnya lucu sekali, bukan peningkatan malah penurunan. haha! sepertinya ada yg salah dalam logika gw menjawab soalnya. Next, soal terakhir, untuk soal yang terakhir, gw akhirnya ga menjawab soalnya, karena ada hal lain yang lebih mendesak untuk gw kerjakan. That’s it! That’s the end of the competition. Lho pengumuman pemenangnya gimana? Nah, ini dia bagian yang paling menarik, khususnya buat gw. Pengumuman pemenangnya ternyata elit banget! Awarding night diadakan di Shangri La hotel – Ceria room –  Kota BNI. Dan kita semua para peserta diundang di awarding night tersebut. Wow! memang namanya rejeki memang ga kemana.

Foto kita-kita anak Fasilkom @Shangri-La Hotel
Left to right: Ivan Prayoga, Alexander Agustinus, Annisa Nadya, Christian Regensius. Photo by: Lucia Roly Prihandini

That’s all for the Accenture do you know competition. Lesson learned:

  • Akhirnya gw tau apa yang dikerjakan konsultan,
  • Gw tetap bingung model-model framework itu buat apa dan gimana cara menggunakannya,
  • Template, tools, framework memang membantu tapi kemampuan analisa & logika berpikir itu hal yang penting,
  • Menulis ide kita secara sistematis dan membuat orang lain mengerti tulisan kita itu sulit, latih dan biasakanlah!
  • Semua hal yang berhubungan dengan bisnis itu elit 😀

Is it the end yet? Still, it isn’t end yet. I managed to join another Business Case competition. Next, I will share my experience as an out-of-nowhere consulting team on Business Case Challenge, what & how we do it. Stay tuned guys!